Ungkap Krisis Sampah Plastik di Laut dengan 5000 Sandal Pelangi

By June 7, 2018Ideas, Issue
screen-shot-2018-06-07-at-09-45-57

Sumber foto: buzzfeed.com

 

Masterpiece, Serpong – Potato Head Beach Club, Bali kini tengah diwarnai oleh 5000 sandal jepit bekas berwarna warni. Gelombang pelangi sandal jepit ini merupakan instalasi seni Lina Klauss, aktivis seni asal Jerman. Karya berjudul 5000 Lost Soles ini melibatkan sekitar 100 relawan untuk mengumpulkan sandal jepit dari pantai dan menyusunnya menjadi sebuah instalasi seni. Proyek ini merupakan bentuk kesadaran dari Klauss maupun para relawan akan betapa nyatanya dampak yang dapat diakibatkan manusia pada lautan.

 

“Alas kaki lebih dekat dengan tubuh kita dan dipakai lebih lama dibandingkan botol minum. Ini menjadi bagian penting dalam seni saya, agar orang bisa menghubungkan polusi laut dengan kehidupan sehari-hari mereka secara langsung” ujar Klauss, dikutip dari BuzzFeed.

 

Para relawan mengunjungi enam pantai untuk mengumpulkan sandal bekas. Sebanyak 2000 sandal bekas ‘dibersihkan’ pada aksi pengumpulan pertama dilakukan Februari 2017 lalu dengan bantuan anak-anak dari Green School Bali. Sedangkan 3000 sandal bekas lainnya dikumpulkan sejak Maret hingga Mei ini. Melalui penelusuran sepanjang tiga kilometer area Pantai Seminyak sebanyak 3000 sendal jepit didapatkan.

 

Warna pelangi pada sandal jepit yang dipajang pada instalasi ini pun bukan warna buatan hasil pengecatan ulang oleh Klauss. Warna tersebut merupakan warna asli dari 5000 sandal bekas yang telah dikumpulkan.

 

Ini bukan pertama kalinya bagi Klauss untuk menciptakan karya seni yang membawa pesan bertema lingkungan. Namun, instalasinya di Bali merupakan instalasi terbesarnya dalam perjalanannya sebagai seorang aktivis seni.

 

Karya-karya Klauss lahir dari kecintaannya terhadap lingkungan. Ide membuat instalasi seni dari sandal bekas ini pertama kali Klauss dapatkan saat berkunjung ke pantai di Hong Kong, dimana ia menemukan begitu banyak sampah plastik di sekitar pantai. Dalam kurun waktu lebih dari 7 tahun, Klauss telah membuat lebih dari 20 instalasi serupa di Hong Kong.

 

Mengungkap kenyataan buruk mengenai peran manusia dalam krisis polusi plastik laut menjadi misi Klauss. Klauss berharap, melalui instalasi seninya, orang-orang dapat menyadari kuatnya pengaruh manusia  terhadap lingkungan, bahkan dari kebiasaan-kebiasaan kecil.

 

 

Sumber: buzzfeed.com, ptthead.com, coolhunting.com

 

Jurnalis: Felicia Margaretha

Editor: Florentina Sukmawati

  • ovita pattari

    wahh keren!

© 2016-2018
Masterpiece Magazine
Media Guidelines