people_fusajiro

Masterpiece, Serpong – Siapa yang tak kenal dengan Nintendo? Perusahaan yang berasal dari Jepang yang sudah menduniai ini telah menjadi teman bermain banyak anak-anak dengan  berbagai konsolnya seperti Nintendo DS Lite, Nintendo 3DS, Nintendo Wii, dan Nintendo Switch. Bersama konsol itu, mereka juga merilis berbagai game yang sudah menjadi cult classic seperti Mario Bros, Donkey Kong, dan Legend of Zelda, yang sampai sekarang masih digemari oleh banyak orang. Bagaimana Fusajiro dan Hiroshi Yamauchi membangun nama Nintendo hingga sebesar sekarang?

 

Fusajiro Yamauchi: Membawa Inovasi ke Pasar Jepang

 

Mungkin tidak banyak orang yang mengenal nama Fusajiro Yamauchi, tapi pasti banyak yang mengenal brand-nya, yaitu Nintendo. Lahir di Jepang pada 22 November 1859, Fusajiro meninggal dunia pada usianya yang ke-80.

 

Awalnya, Fusajiro membuat Nintendo sebagai perusaahaan kecil yang membuat kartu main yang menggunakan gambar daripada angka dan biasa digunakan untuk berjudi, bernama Hanafuda. Nama awal dari Nintendo sendiri juga lebih panjang, yaitu Nintendo Koppai atau “leave luck to heaven” yang artinya keberuntungan di tangan Tuhan. Nama yang tepat untuk sebuah toko yang menjual kartu judi.

 

Kartu-kartu yang diciptakan Fusajiro menjadi sangat sukses. Permintaan pun meningkat sampai Fusajiro harus menyewa tenaga kerja untuk membantu dia mengikuti permintaan. Sangking banyak permintaannya, Fusajiro harus mulai memproduksi massal.

 

Pada tahun-tahun berikutnya, Nintendo menjadi pembuat kartu main terbesar di Jepang. Fusajiro juga mulai menciptakan kartu-kartu bergaya yang lebih western bernama toranpu, yang waktu itu sangat berbeda dengan gayanya yang lebih modern. Proses modernisasi ini justru mebawa inovasi baru ke pasar Jepang. Dengan ini, Fusajiro mampu memperluas dan meningkat penjualan.

 

Fusajiro akhirnya pensiun pada umur 70. Perusahaannya ia teruskan kepada anak iparnya, Sekiryoa Yamauchi. Setelah meninggal pada tahun 1940, Nintendo masih memproduksi kartu main. Baru setelah cicitnya, Hiroshi Yamauchi mengambil alih, Nintendo mulai mengarah ke permainan selain kartu.

 

Hiroshi Yamauchi: Dari Kartu ke Konsol

 

Hiroshi Yamuchi ditugaskan sebagai pengurus Nintendo tak lama sebelum kakeknya, Sekiryoa Yamauchi, meninggal ketika Hiroshi masih berumur 21 tahun. Yang pertama dilakukan Hiroshi setalah menjadi pengurus Nintendo adalah mempecat semua manajer dan petugas berusia paruh baya atas alasan akan menghambat perkerjaanya. Pada awalnya, banyak yang tidak menerimanya dan meragukan posisi dia karena umurnya yang masih muda dan pengalamanya yang kurang, tetapi dia mempunyai visi yang besar terhadap perusahan.  

 

Pada tahun 1959, Hiroshi Yamauchi mampu membuat kesepakatan dengan Disney untuk mencetak kartu dari kartun mereka. Produk mereka diiklankan di TV dan Hiroshi pun mampu membangun sebuah jaringan distributor.  Hasil penjualan bukan satu-satunya tujuan Hiroshi. Dia juga ingin memodernisasikan pasar Jepang. Hiroshi sadar bahwa keunggulan Nintendo adalah di pasar mainan Jepang, dan memutuskan untuk lebih berfokus di bidang itu.

 

Setelah melihat tingkat ketertarikan orang terhadap kartu main berkurang, Hiroshi mencoba pendekatan yang berbeda. Hiroshi memanggil Gunpei Yokoi untuk membantu mengembangkan divisi permainan Nintendo. Bersama, mereka menciptakan berbagai macam mainan seperti permainan papan dan mainan senapan. Walaupun menjual tetapi tidak meninggalkan kesan abadi.

 

Lalu pada tahun 1980, muncul gerakan digital. Permainan arcade, seperti Pac-man, mulai booming di Amerika, Hiroshi melihat kesempatan ini dan membuat permainan arcade sendiri. Game yang dikeluarkan oleh Nintendo adalah Donkey Kong dan Mario Bros. Keduanya sukses besar, sampai akhirnya Nintendo pun mengeluarkan game konsol bernama Nintendo Entertainment System agar orang-orang bisa bermain kedua game tersebut di rumah.

Sejak itu, nasib Nintendo sudah jelas.

Yang awalnya merupakan perusahaan kecil yang membuat kartu main kemudian tumbuh menjadi sebuah kerajaan. Sekarang, siapa yang tak kenal Nintendo? Brand yang sudah menduniai dan bertanggungjawab atas banyak kenangan bahagia dari masa kecil berawal dari seseorang yang inovatif dan ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Mungkin itulah ciri khas Nintendo, sebuah perusahaan yang ingin untuk terus berinovasi dan menciptakan sesuatu yang terus berkesan tak tergerus waktu.

 

Sumber:

https://www.lifewire.com/fusajiro-yamauchi-founder-of-nintendo-729584

http://www.i-programmer.info/history/9-machines/269-nintendo-the-early-history.html

https://www.wired.com/2010/09/0923nintendo-founded/

https://www.nytimes.com/2013/09/20/business/global/hiroshi-yamauchi-who-helped-drive-nintendo-into-dominance-dies-at-85.html

 

Jurnalis: Niskala H. Utami & Ricky Stevendy

Editor: Felicia Margaretha

© 2016-2018
Masterpiece Magazine
Media Guidelines