‘Siti’ Dalam Pusaran Realita Wanita Jawa

By April 22, 2016Movies
siti-wallpaper

Eddie Cahyono, sang sutradara menyajikan 24 jam realita perempuan Indonesia pinggiran lewat sosok Siti. Kehidupan seorang wanita pinggiran yang telah berkeluarga tersebut menjadi cermin andal bagi penikmat film Indonesia dalam memahami kondisi ruang dan rupa perempuan Indonesia.

Suami Siti menganggap laut akan selalu menjadi sumber bagi penghidupan keluarga mereka. Namun takdir berkata lain. Sang suami kemudian hanya bisa tergolek di ranjang reyot. Ia pun enggan berbicara dengan Siti, sang istri, karena pekerjaannya di ruang karaoke remang-remang untuk menghidupi keluarganya, setelah sang suami jatuh sakit.

Sang sutradara tak pernah membuat penikmat film ‘Siti’ lepas dari sosok protagonisnya itu. Siti dengan kesehariannya yang begitu padat sebagai sosok ibu, wanita, dan pekerja ingin menunjukkan kondisi ruang wanita Indonesia, terutama Jawa. Seolah wanita hidup dengan peran yang tak terbatas.

Film ini tak sekedar bicara ruang yang padat hingga wanita jarang bergerak leluasa, namun juga posisi sosial wanita, dari lingkup kecil keluarga hingga yang terbesar, masyarakat. ‘Siti’ bicara bagaimana peran wanita yang tak pernah disadari awam, lebih dari sekedar di dapur, dandan, hingga menghasilkan anak.

Kehidupan rumah tangga Siti seperti tak mampu memberikan harapan yang didambakan bagi wanita berkeluarga. Namun sosok Gatot hadir dalam hidup Siti, memberikan harapan yang ingin Siti dapatkan seperti wanita-wanita lainnya. Hal itu menambah dilema hidup sosok Siti dalam perjalanan hidupnya.

Kondisi sosial menjadi beban utama figur Siti. Ruang-ruang awam memenjarakan sosok Siti untuk hidup dalam jalur biasa, menghasilkan realita perempuan-perempuan biasa yang memerankan sosok-sosok yang seharusnya tak biasa untuk wanita. Hal tersebut dilakukan tetap dalam konteks menghidupi diri sendiri dan keluarga. ‘Siti’ menjadi potret kondisi feminisime Indonesia bergerak.

SITI | 2014| 95 menit | Sutradara : Eddie Cahyono | Pemain : Sekar Sari, Bintang Timur Widodo, Titi Dibyo

© 2017 · Masterpiece Magazine
Media Guidelines