img_5761

Masterpiece, Serpong – Dengan tema “Advertising As A Creative Solution” Masterpiece yang kali ini bekerja sama dengan Ultigraph kembali mengadakan Mastertalk di Executive Lounge, Universitas Multimedia Nusantara pada hari Rabu, 14 November 2018.

 

Shafiq Muljanto selaku General Manager dari H:Three Hakuhodo sebagai narasumber membagi Mastertalk ke dalam dua sesi.

 

Di mana pada sesi pertama beliau menjelaskan apa itu advertising sebenarnya, salah satunya dengan menggunakan analogi surat cinta, yaitu saat kita membantu teman kita menulis surat cinta untuk pasangan mereka. Shafiq mengatakan bahwa percakapan merupakan kunci dari advertising tatapi sayangnya bukanlah andalan generasi jaman sekarang.

 

Menurutnya ada lima poin penting dibalik iklan kreatif yang dikemas dalam bentuk cerita:

 

  1. Semua cerita memiliki tujuan (baik untuk menghibur, informatif, dan sebagainya).
  2. Semua cerita memiliki tiga bagian (opening – body – closing).
  3. Semua cerita bisa diringkas dalam sebuah kalimat sederhana.
  4. Berceritalah sesingkat mungkin dan fokus pada satu subjek.
  5. Kenali audiens anda.

 

Untuk merangkum sesi pertama, Shafiq merumuskan tiga hal yang perlu dilakukan yaitu, Never stop exploring the world, never stop listening, and never stop building conversation.

Sedangkan sesi kedua lebih fokus kepada bagaimana kita dapat menemukan contact point atau medium yang cocok untuk target audiens.

Hal pertama yang harus dilakukan menurut Shafiq adalah menghilangkan pengotak-kotakan media (media konvensional, media digital, dan sebagainya), karena kita sedang berada di era information overload di mana orang dapat mengambil informasi dari berbagai media tanpa memikirkan media apa yang menjadi perantara.

Kedua, pelajari bagaimana audiens berinteraksi dengan contact point masing-masing. Gali ide yang dapat memancing rasa penasaran atau ketertarikan dari target audiens terhadap cerita kita.

 

Ketiga, pelajari keunikan dari setiap contact point, bagaimana kita dapat membuat iklan yang cocok di televisi, gawai, radio, dan sebagainya. Dengan begitu target audiens dapat lebih mudah mendapat informasi dari berbagai medium.

 

Keempat, kita perlu menambahkan ketegangan ke cerita kita sehingga audiens akan secara aktif ikut serta dalam cerita tersebut. Terkadang media lama bisa menjadi sumber utama dari sebuah ide.

 

Terakhir, audiens bukan hanya ingin menyaksikan atau mendengar cerita kita, tetapi juga terlibat langsung di dalamnya.

 

Dengan video dan beberapa contoh, secara garis besar sesi kedua mengajarkan kita untuk tidak mengotak-kotakan media, tidak berhenti mempelajari cara masyarakat mengonsumsi pesan dan keunikan dari tiap contact point, dan umtuk tidak pernah merasa puas.

 

Kesimpulannya, cara utama untuk mengasah kreativitas dalam menciptakan iklan dan memaksimalkan penggunaan media baik lama maupun baru di era digital ini adalah dengan menguasai percakapan.

 

Jurnalis: Queenshell Lovevinca Lau

Editor: Niskala H. Utami

Photographer: Fenina Jayalaksana

 

lrm_export_14878078337432_20181122_235214583 img_5782 img_5759 lrm_export_13762182463769_20181122_233338687 lrm_export_14208602767488_20181122_234105107

© 2016-2018
Masterpiece Magazine
Media Guidelines