image-wimba-kala1

Pada kesempatan kali ini Galeri Nasional bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Maluku Utara mengelar pameran karya seni berjudul “Wimba Kala”. Pameran kali ini diadakan mulai tanggal 28 April – 15 Mei 2017 di Gedung A Galeri nasional.

Ada yang berbeda dari pameran dari pameran seni yang lain, pameran seni kali ini melihat sisi seni dari sebuah sejarah purba kala. Bagaimana lukisan-lukisan yang ada di dinding-dinding goa di buat dan makna yang ada dalam lukisan-lukisan dinding tersebut. Pelukis atau pembuat karya seni turun langsung melihat apa saja bagaimana gambar-gambar dinding tersebut di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Dalam Pameran Wimba Kala adanya kerjasama dengan para arkeolog dengan para ahli seni dalam pembuatan setiap karya seni yang akan dipamerkan agar tetap mengedepankan bentuk-bentuk dari cadas-cadas (gambar yang dibuat oleh manusia prasejarah pada permukaan batu yang keras, yang diwujudkan dalam bentuk lukisan, goresan, maupul cukilan) yang ingin ditonjolkan.

Pameran karya seni ini media yang digunakan bukan hanya seperti seni rupa pada umumnya seperti kanvas, patung, lukisan di dinding, tetapi juga menggunakan media digital seperti foto-foto, video atau bahkan virtual yang diakses langsung melalui tablet yang disediakan. Selain itu benda-benda asli hasil penemuan para arkeolog juga ikut dipamerkan. Sekitar hanya delapan orang seniman yang ikut berpartisipasi. Sekitar dua koleksi seni diambil dari koleksi tetap dari galeri nasional yaitu karya dari Achmad Sopandi Hasan dan lukisan karya R. Basoeki Abdullah yang menjadi koleksi Museum Basoeki Abdullah karena dianggap berhubungan dengan tema pameran kali ini.

 

Jurnalis : Florentina Sukmawati

© 2017 · Masterpiece Magazine
Media Guidelines