img_6525

Masterpiece, Tangerang—Desain Grafis Indonesia (DGI) bersama ilustrator Azisa Noor dan didukung oleh Artmedia dalam mengadakan lokakarya Fantasy Art: Watercolor Workshop, Sabtu (6/5/2017), di Mobile Museum DGI, Q-Big Mall, BSD, Tangerang. Lokakarya yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.00 diikuti oleh sebelas peserta, dari murid sekolah menengah pertama hingga profesional.

 

Acara dibuka dengan pemaparan singkat oleh Azisa mengenai karya seni fantasi. Menurutnya, genre fantasi merupakan sesuatu yang murni imajinasi dan tidak mungkin terjadi. Berbeda dengan science-fiction yang masih memiliki kemungkinan terwujud di masa depan. “Hal yang terjadi di cerita dan tokoh yang ada (di cerita) itu terjadi di dunia imajiner,” tutur wanita asal Bandung itu. “Kalau fantasi, ‘kan, oh, ini mah enggak mungkin kejadian, ini mah emang enggak ada.”

 

Peserta langsung dipersilakan untuk mulai menggambar karya fantasi versi mereka masing-masing. Dimulai dari sketsa pensil, Azisa berkeliling dan mengecek perkembangan karya peserta. Berselang dua jam, peserta mulai menggunakan cat air yang disediakan pada gambar mereka. Sesekali Azisa memberikan contoh dengan cat air kepada peserta satu per satu atau secara berkelompok.

 

Azisa yang sejak kecil dibesarkan dengan cerita-cerita dan game fantasi mengaku bahwa genre fantasi membantunya dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah yang tidak umum. “Kadang-kadang aku mikir, misalnya dunia kita itu udah kayak kekurangan tempat, gimana kalau misalnya tempat di tanah sudah enggak ada, gimana kalau tempatnya di udara, gitu. Oh, ya sudah kalau gitu pulaunya terbang aja,” jelas wanita yang pernah menjadi ilustrator di majalah Animonster itu. “Jadi kayak, fantasi itu sebenarnya cara yang menyenangkan buat menyelesaikan masalah yang ada di dunia nyata.”

 

Hal yang disayangkan Azisa adalah minimnya genre fantasi di Indonesia. “Aku merasa karena cerita kita tuh nggak terlalu banyak yang fantasi ya,” ujarnya.  “Ada sinetron, ada cerita hantu, dan itu bukan fantasi, sebenarnya.”

 

Di akhir acara, Azisa sendiri merasa terkesan oleh para peserta yang melukis fantasi mereka masing-masing. “Soalnya kayak fantasinya itu macam-macam. Jadi, senang aja melihat, oh, orang yang seperti ini, fantasinya kayak gini. Gambar itu, ‘kan, kayak cerminan diri tiap orang,” ungkapnya.

 

Jurnalis: Alifia Nur Utami

Fotografer: Agung Cahyo

Editor: Angela Monica

img_6463 img_6550 img_6549 img_6525 img_6488

© 2017 · Masterpiece Magazine
Media Guidelines