ASPaC 2018 Kembali Digelar dengan Tema Inovasi

By June 9, 2018Event
dsc_8308

Masterpiece, Jakarta – The Asia Student Package Design Competition (ASPaC) Awards akan kembali digelar tahun ini. Kompetisi desain kemasan antar mahasiswa tingkat Internasional ini diinisiasi oleh Japan Foundation dan Japan Package Design Association di Jepang. Setidaknya 9 negara di Asia akan kembali berpartisipasi, yakni Korea Selatan, Thailand, China, Taiwan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Jepang dan Indonesia.

 

Dalam rangka menyambut kompetisi ini di Indonesia, ASPaC bekerjasama dengan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) mengadakan Kick-Off event pada 23 Mei lalu yang bertempat di Binus Northumbria School of Design. Acara dibuka oleh Ketua Komite ASPaC Indonesia 2018 Muhammad Imaduddin, dan dilanjutkan dengan seminar “Package Design Brings Fantastic Future for You” yang dibawakan oleh Fumi Sasada selaku Association Chairman dari ASPaC. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama.

 

Dalam presentasinya, Fumi Sasada menjelaskan bahwa Brand dan Package Design harus dilihat bukan dari nilai harga, melainkan sebagai sebuah investasi. Sebuah brand dirancang untuk dapat bertahan selama 30 tahun, dan salah satu caranya adalah dengan memperbaharui desain kemasan yang ada. Desain kemasan harus bisa terus mempertahankan konsumen tetap, sekaligus dapat menarik konsumen baru. Hal ini dijelaskan lebih rinci melalui studi kasus dari beberapa kemasan produk yang pernah dirancang bersama timnya.

 

Ketika diwawacarai secara terpisah, Muhammad Imaduddin menjelaskan lebih lanjut mengenai tema ASPaC tahun ini, yakni Innovation. Menurutnya, inovasi dalam desain kemasan perlu diikuti dengan adanya visibilitas. Artinya, karya yang dibuat harus memiliki konsep yang unik, namun tetap memungkinkan untuk diproduksi dan menarik untuk dijual. Kesesuaian dengan tema juga pada akhirnya menjadi poin yang penting dalam penilaian juri.

 

Imaduddin kemudian mengungkapkan bahwa karya-karya dari Indonesia selalu mengalami perkembangan setiap tahunnya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Terlebih sejak ASPaC bekerjasama dengan ADGI pada 2016, jumlah peserta dan universitas yang berpartisipasi meningkat secara drastis. Sejak tahun 2017, Komite ASPaC Indonesia juga telah menyediakan proses kurasi awal serta bimbingan yang intensif bagi peserta dengan karya yang potensial untuk kemudian dikembangkan terlebih dahulu sebelum masuk tahap penjurian final di Jepang. Hal ini diyakini efektif dalam menciptakan karya-karya berkualitas baik dalam pemilihan material maupun perancangan visualnya.

 

“Kesempatan ini kan hanya bisa kalian dapat saat masih jadi mahasiswa, nanti kalau sudah lulus sudah tidak bisa ikut lagi. Siapa yang tidak mau ke Jepang? Kalian bisa ikut workshop, tour perusahaan, bertukar pikiran, dan karyamu dipajang disana,” tutup Imaduddin.

 

Submisi ASPaC 2018 telah dibuka dan peserta dari Indonesia dapat mendaftarkan karyanya melalui www.aspac.adgi.or.id sebelum 16 Oktober 2018. Finalis dari Indonesia yang lolos akan diumumkan pada 5 November 2018 dan akan mewakili Indonesia di Tokyo, Jepang untuk mengikuti serangkaian acara dimana para pemenangnya akan diumumkan pada 9-11 Desember 2018.

 

dsc_8299 dsc_8294 dsc_8308

 

 

Jurnalis: Eva Mega Astria

Editor: Felicia Margaretha

Fotografer: Ovita Pattari

© 2016-2018
Masterpiece Magazine
Media Guidelines