1

Masterpiece, Serpong—Ketika berbicara tentang dunia seni, ilustrasi menjadi suatu komponen yang tentunya sering kita dengar. Masyarakat awam kerap mengartikan kata ilustrasi sebagai gambar yang dibuat oleh seseorang tanpa pernah berpikir lebih dalam mengenai arti suatu ilustrasi yang sesungguhnya. Apakah ilustrasi hanya sebatas sebuah gambar? Atau sesuatu baru dapat dikatakan sebagai ilustrasi ketika ia mempunyai tujuan dan fungsi? Kalau masing-masing dari kita diminta untuk mendefinisikan ilustrasi, apakah jawabannya akan sama?

 

Salah satu definisi dari visualartscork.com menyebutkan bahwa ilustrasi adalah gambar, lukisan atau karya seni cetak yang menjelaskan, mengklarifikasi, menerangi, mewakili secara visual, atau hanya menghiasi teks tertulis, yang mungkin bersifat sastra atau komersial. Sebelum fotografi ada, satu-satunya cara untuk mengungkapkan gagasan adalah dengan ilustrasi. Oleh karena itu, pada masa lampau ilustrasi harus cukup realistis karena tidak ada fotografi untuk memenuhi kebutuhan visual. Namun seiring berjalannya waktu, dengan sudah ditemukannya fotografi dan alat pendukung kebutuhan visual lainnya, ilustrator memperoleh lebih banyak kebebasan serta ruang untuk kreativitas dan membangun orisinalitas sebagai seorang ilustrator. Mungkin karena itulah kreativitas dan orisinalitas seorang ilustrator masa kini lebih dihargai daripada keterampilan teknis dan kemampuan mereka untuk menggambar secara realistis.

 

Berbicara mengenai bagaimana pandangan seseorang mengenai ilustrasi, tentunya akan muncul pandangan yang berbeda-beda. Ada yang memandang ilustrasi sebagai seni dan ada pula yang berpendapat bahwa ilustrasi merupakan bentuk ekspresi dari sang ilustrator. Latar belakang terbentuknya sebuah ilustrasi pun berbeda satu dengan yang lainnya. Latar belakang dari suatu ilustrasi dapat dibilang sangat tergantung pada sang ilustrator dari tiap ilustrasi yang ada. Masing-masing ilustrator umumnya memiliki pemahaman dari berbagai sudut pandang yang berbeda serta berbagai tujuan yang menjadi alasan sebuah ilustrasi dilahirkan.

 

Salah satu contoh yang cukup menarik untuk kita bahas adalah Ciara Chapman. Selain sebagai seorang ilustrator, ia adalah seorang penderita penyakit kronis. Sejak enam belas tahun yang lalu, ia mulai menghasilkan serangkaian ilustrasi yang menggambarkan kehidupan sehari-harinya dan mengunggahnya ke sebuah website.

 

Dengan judul seperti “Time Freeze” dan “Help Wanted: Apply In,” ia mendokumentasikan rasa sakit fisiknya, isolasi, intervensi medis, harapan, dan bahkan saat-saat ketika ia iri terhadap orang-orang yang hidup dengan sehat disekitarnya. Seperti Ciara yang menghasilkan ilustrasi untuk mengekspresikan dirinya yang sakit dan menjadi inspirasi orang-orang diluar sana, masih banyak lagi cerita yang menjadi latar belakang seorang ilustrator menciptakan karyanya.

 

Setelah memahami keberagaman latar belakang lahirnya suatu ilustrasi, saatnya kita mencoba memahami ilustrasi secara lebih dalam. Bukan hanya sekedar goresan tangan sang ilustrator, sebuah ilustrasi menceritakan sebuah kisah, secara visual mewakili sebuah gagasan, dan menyampaikan sebuah pesan. Namun kemudian orang-orang mulai bertanya-tanya mengenai sejatinya suatu ilustrasi. Hingga saat ini masih saja sering muncul pertanyaan seperti ‘Apa perbedaan ilustrasi dan gambar?’ karena kita kerap tertukar akan keduanya.

 

Gambar dan ilustrasi dapat digunakan untuk menyajikan sebuah ide secara lebih jelas dan menjelaskan ide secara lebih efektif. Karena memiliki beberapa ciri yang sama, orang-orang sering menggunakan kedua kata ini sebagai suatu kata yang dianggap sama pengertiannya. Namun, terlepas dari kesamaan tujuan antara dua istilah, menggambar dan ilustrasi memegang arti yang berbeda.

 

Seorang seniman menciptakan gambar secara independen sedangkan ilustrator menciptakan representasi visual dari suatu kisah dan situasi tertentu. Misalnya sebagai contoh yaitu serigala yang berpura-pura menjadi nenek dari si gadis kerudung merah dalam kisah Little Red Riding Hood. Karakter tersebut dapat digambarkan sedemikian rupa karena karakter itu ditujukan bukan sekedar hanya untuk dibacakan dan lewat begitu saja, namun untuk hidup di benak anak-anak yang membaca cerita. Dengan demikian, ilustrator sering menyajikan karakter dari cerita dengan wajah dan penampilan yang representatif dan unik agar pembaca dapat dengan mudah mengenali karakter tersebut serta dapat memahami teks dengan lebih mudah.

 

Apabila gambar dibuat secara independen atau berdiri sendiri tanpa ketentuan apapun, ilustrasi perlu mengikuti teks atau prosa atau puisi. Ilustrator membuat suatu ilustrasi untuk menekankan pemahaman akan teks yang perlu disampaikan. Seorang seniman diperbolehkan untuk menggunakan imajinasinya dengan liar ketika membuat gambar sedangkan ilustrator tidak. Ilustrator hanya diperbolehkan untuk menggunakan imajinasinya sejauh pemahaman yang perlu ditekankan dalam teks, tidak lebih dari itu. Sebuah ilustrasi diperlukan untuk tetap memiliki kesamaan dengan teks asli yang mereka gambarkan.

 

Sebuah gambar adalah ekspresi independen. Sebuah ilustrasi membantu dalam mengkonversi sebuah ide yang dijelaskan dalam teks. Begitulah kesimpulan dari segala pembahasan yang ada diatas. Namun diluar dari pembahasan yang ada, tentu masih banyak lagi pendapat yang ada diluar mengenai apa makna dari suatu ilustrasi dan bagaimana sesuatu baru dikatakan sebagai suatu ilustrasi. Menurut anda, apakah ilustrasi hanya sebatas suatu representasi visual dari sebuah teks atau mungkin ada makna tersirat yang terkandung di dalamnya?

 

Jurnalis           : Della Saraswati dan Nicoletta Joan

Editor              : Yolanda Chailani

 

Sumber :

Cerita ttg ilustrasi oleh Ciara Chapman (http://www.eveningecho.ie/life/Sharing-a-diary-of-my-life-with-chronic-pain-06988b4c-f3e3-4b83-9ac3-01679111c3d0-ds )

https://graphicmama.com/blog/types-of-illustration/

https://www.smashingmagazine.com/2010/06/the-process-behind-good-illustration-part-1/

http://kliksma.com/2016/07/perbedaan-antara-gambar-dan-ilustrasi.html

© 2016-2018
Masterpiece Magazine
Media Guidelines